U P D A T E

PAWANG HUJAN INDONESIA JADI SOROTAN DUNIA

 Oleh: I Made Dhena Radya P

Pawang hujan menjadi topik hangat yang sedang diperbincangkan oleh warga Indonesia, bahkan hingga ke mancanegara. Hal ini karena aksi seorang pawang hujan yang melakukan ritualnya di arena balap MotoGP Mandalika di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Nah, lantas apa pawang hujan itu? Bagaimana sejarahnya?


Sumber: media.suara.com


Pawang hujan adalah orang yang dipercaya dapat mengendalikan cuaca atau hujan dengan cara memindahkan awan hitam yang dapat menyebabkan jatuhnya tetesan air hujan ke bumi. Dari zaman dahulu kala, pawang hujan telah dikenal oleh masyarakat luas. Sehingga tidak asing lagi di telinga kita, warga Indonesia. 


Di Indonesia, setiap pawang hujan memiliki perbedaan dalam mengendalikan hujan, dikarenakan mereka memiliki tradisi tersendiri sesuai dengan daerahnya masing-masing. Di wilayah Banten, tradisi pawang hujan disebut dengan Nyarang Hujan. Sedangkan dalam suku Betawi, pawang hujan diyakini sebagai dewa-dewi yang turun ke bumi dengan tugas untuk memperbaiki kondisi alam yang sedang tidak seimbang.


 Dalam melakukan ritualnya, ada yang dimulai dengan berziarah ke makan leluhur yang dianggap mulia, seperti yang dilakukan di wilayah Banten. Lalu ada yang diawali dengan bertawassul ke hadirat Nabi SAW, Rasyidin, nabi-nabi terdahulu, para Aulia dan leluhur, dan dilanjutkan dengan membaca surat pendek, seperti di Bunut Gunung Putri. Sebelum melakukan ritual, pawang hujan biasanya melakukan puasa mutih atau puasa dengan makan nasi saja tanpa garam dan minum hanya dengan air putih selama 3 hari berturut-turut. 


Saat pawang hujan akan memulai ritualnya, mereka akan mengikatkan janur di pintu masuk atau ada juga yang menggunakan sapu lidi yang dipasang secara terbalik yang di bagian ujung lidinya ditancapkan bumbu dapur seperti bawang merah, bawang putih, dan cabai. Pawang hujan juga terkadang mengucapkan mantra dan melakukan seserahan atau sesajen di dalam ritualnya. Sesajen ini berisikan telur, kecambah, kacang panjang, tomat, kangkung, bayam, cabai, dan lain sebagainya. Hadirnya sang pawang hujan dianggap dapat membawa kesuksesan sebuah acara, khususnya acara outdoor, dan mereka juga beranggapan bahwa pawang hujan dapat menjadi jalan untuk meredakan kecemasaan orang saat hajatan mereka bersamaan dengan hujan.


Editor: Regina Tiur Sitindaon

2 comments: