U P D A T E

Ahmad Syarwani, Mahasiswa Berprestasi FMIPA UB yang Menginspirasi

 Penulis : Erika Faradilla Khrisna

Editor : Namira Romadhona Fatih Purnomo


Setiap mahasiswa memiliki impian masing-masing, baik di bidang akademik maupun non-akademik, salah satunya adalah menjadi mahasiswa berprestasi. Mahasiswa berprestasi merupakan gelar bagi mahasiswa yang memiliki segudang prestasi dan banyak berkontribusi bagi lingkungan. Untuk menyandang gelar tersebut bukanlah hal yang mudah, ada seleksi yang harus diikuti. Seleksi Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) FMIPA UB 2022 dimulai dengan pendataan mahasiswa pada akhir Desember 2021 lalu. Berdasarkan keputusan juri pada Sabtu, 5 Maret 2022, ditentukan peringkat mahasiswa berprestasi yang mana satu orang mahasiswa dengan peringkat tertinggi dari setiap angkatan akan mewakili FMIPA untuk seleksi di tingkat Universitas.

Ahmad Syarwani menjadi salah satu penyandang gelar mapres FMIPA UB 2022. Ia meraih peringkat pertama dengan nilai akhir 1.396,84. Berawal dari ketertarikannya di bidang riset dan keilmiahan, mahasiswa dari Departemen Kimia ini memperkuat usahanya dengan tekad. Tekad itu ditunjukkan dengan keantusiasannya mengikuti berbagai lomba. Beberapa lomba yang pernah diikuti pun membawa pulang penghargaan, seperti gold medal dari Youth International Science Fair 2022, gold medal ASEAN Innovative Science Environmental and Enterpreneur Fair (AISEEF) 2022, gold medal National Applied Science Project Olympiad (NASPO) 2021, dan masih banyak lagi. 

Perjalanannya mencapai titik tersebut tidaklah mudah. Banyak usaha dan perjuangan yang telah dilalui. Jika dibuat menjadi sebuah rangkaian, maka kurang lebih jalan yang telah dilalui adalah seperti ini:

  • Niat - Bagi mahasiswa angkatan 2020 ini, mapres adalah satu langkah untuk mencapai tujuan besarnya. Dia berprinsip untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di perkuliahan. Dengan prinsip tersebut, niat untuk terus mencari cara agar dapat mengimplementasikan ilmu yang dimiliki akan terus tumbuh.
  • Mengetahui potensi diri (bakat dan minat) - Ilmu sangatlah luas dan ada lebih dari satu bidang. Dari banyak bidang itu, akan lebih baik jika mengetahui di mana bidang yang cocok dengan diri kita dan dapat mengembangkannya sehingga hasilnya akan lebih maksimal.    
  • Mencari mentor - Mencari mentor bukanlah hal yang mudah. Sosok Iwan berusaha menghubungi kakak tingkat yang sudah berpengalaman, akan tetapi jawaban yang didapat bermacam-macam. Setelah banyak menghubungi, akhirnya dia menemukan mentornya, tentu saja banyak ilmu yang sudah didapat dari kakak tingkat tersebut. Saat menginjak semester 3, kakak tingkat tersebut lulus dan membuatnya harus mengubah strateginya. Targetnya bukan lagi kakak tingkat, melainkan dosen. Ia berstrategi untuk meminta bimbingan dari dosen dalam mengasah ide-idenya.
  • Mengikuti kegiatan PKM - Berbekal rasa sukanya di bidang riset dan keilmiahan, Iwan memutuskan untuk mengikuti RITMA. Ia senantiasa mengembangkan skill-nya dengan tetap fokus di bidang yang dia suka. Setelah mendapatkan dosen sebagai mentornya, Iwan berkonsultasi terkait beberapa idenya yang juga merupakan salah satu bentuk persiapan mengikuti Pilmapres.

Dalam perjalanannya untuk sampai di titik ini, Iwan menemui beberapa kesulitan. Mulai dari kesulitan mencari mentor hingga berlatih bahasa Inggris dalam mempersiapkan presentasinya. Tak lupa dia berpesan, “Harus berusaha semaksimal mungkin. Dalam menghadapi segala tantangan yang ada, tanamkan mindset ‘aku harus bisa’. Fokus terhadap kemampuan diri sendiri dan bagaimana kita mengolah kemampuan kita agar dapat berkembang dan bermanfaat untuk orang lain. Dan jadilah versi terbaik dalam diri kita sendiri dalam mencapai tujuan.” 

Tentunya menjadi mahasiswa berprestasi merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Ketika seorang mahasiswa mendapatkannya, maka ia harus menjalankan amanah yang diberikan dengan meningkatkan prestasi dan terus berkontribusi. Menjadi mahasiswa berprestasi juga menjadi sebuah tantangan sekaligus memberikan manfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

2 comments: