U P D A T E

Mengatasi Stres Akademik dengan Mindfulness

 

Sumber gambar:edgecounselingsolutions.com


 Penulis: Ramtikainda Suryani 

Selama hampir dua tahun belakangan ini, pandemi covid-19 mengharuskan setiap individu untuk melakukan aktivitasnya di dalam rumah guna mengantisipasi penyebaran virus covid-19. Tak terkecuali aktivitas perkuliahan yang dilakukan secara daring (dalam jaringan). Aktivitas perkuliahan yang biasanya dilakukan secara tatap muka di kelas harus berubah menjadi perkuliahan daring yang mengharuskan para mahasiswa untuk menantap layar laptop setiap saat. Hal ini tentunya menimbulkan banyak masalah, diantaranya kendala jaringan yang mengakibatkan kesulitan memahami materi yang disampaikan saat kelas, serta tugas yang menumpuk dan serba deadline. Hal ini juga dapat memicu mahasiswa mengalami kecemasan, stres, frustasi, dan jenuh menghadapi perkuliahan daring. Belum lagi tuntunan akademik dari dosen maupun orang tua yang menambah kekhawatiran para mahasiswa dan menyebabkan stres akademik.

 

Apa itu stres akademik?

Stres akademik merupakan suatu respon yang muncul karena terlalu banyak tuntutan dan tugas yang harus dikerjakan individu. Respon yang muncul dapat berupa reaksi fisik, perilaku, pikiran, dan emosi negatif. Stres akademik muncul sebagai akibat ketegangan karena adanya tuntutan akademik; individu yang tidak dapat menghadai tuntutan akademik; dan tuntuan akademik yang dianggap sebagai gangguan.

Faktor yang mempengaruhi stres akademik

Adapun faktor yang dapat mempengaruhi stres akademik terbagi menjadi dua, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Beberapa faktor tersebut adalah sebagai berikut.

1.   Faktor internal

  1. Pola fikir masing-masing individu dalam mengendalikan situasi dapat mempengaruhi tingkat stres. Umumnya, semakin besar kendali bahwa ia bisa melakukan sesuatu akan memperkecil kemungkinan stres yang dialami.
  2. Kepribadian seseorang dapat menentukan tingkat toleransi terhadap stres. Tingkat stres individu yang optimis biasanya lebih kecil dibandingkan tingkat stres individu yang pesimis.
  3. Keyakinan terhadap diri sendiri dapat mempengaruhi cara menginterpretasikan situasi-situasi di sekitar individu sehingga dapat mengubah pola pikir terhadap suatu hal dan mempengaruhi tingkat stres individu tersebut.
  4. Motivasi berprestasi yang tinggi dapat mengurangi tingkat stress akademik, dan sebaliknya.
  5. Prokrastinasi atau menunda-nunda tugas akademik sampai batas akhir waktu yang tersedia dapat meningkatkan tingkat stres yang dialami, dan sebaliknya.

2.   Faktor eksternal

  1. Kurikulum dalam sistem pendidikan yang standarnya semakin tinggi, dan mengakibatkan persaingan semakin ketat, waktu belajar semakin bertambah, serta beban akademik yang harus dipenuhi semakin tinggi.
  2. Tekanan untuk selalu berprestasi sehingga nilai dan IPK terkadang menjadi tolak ukur dari suatu prestasi.
  3. Stressor atau peristiwa dalam hidup yang dapat mempengaruhi cara seseorang dalam menghadapi kondisi penuh stres.

 

Apa itu mindfulness?

Mindfulness (kesadaran pikiran) merupakan suatu cara dalam melatih diri sendiri untuk memusatkan perhatian terhadap peristiwa yang terjadi dengan melibatkan kesadaran dan ketidakberpihakan. Mindfulness ditujukan untuk menenangkan pikiran dan meredakan stres dengan mengolah pikiran dan perasaan negatif menjadi lebih positif. Mindfulness dapat membantu mengembangkan kecerdasan emosional, menambah kebahagiaan, meningkatkan rasa ingin tahu, serta mengurangi kecemasan dan depresi.

Cara menerapkan mindfulness

1.    Mulailah dengan tujuan

Mengingat bahwa alam bawah sadar bertanggung jawab atas sebagian besar pengambilan keputusan dan perilaku seseorang. Memulai hari dengan tujuan dapat membantu menyelaraskan pemikiran bawah sadar dengan dorongan emosianal. Mulailah dengan tujuan, tentukan tujuan yang masuk akal akan tetapi tidak perlu menetapkan target untuk hasilnya.

2.    Menikmati proses makan

Luangkan waktu Anda, istirahat sejenak dari beban akademik dan tugas-tugas yang harus dilakukan, dan terapkan mindfulness saat makan. Penerapan mindfulness saat makan akan mengubah pengalaman makan menjadi lebih menyenangkan. Arahkan fokus ke ke tubuh, dengarkan kebutuhan tubuh Anda, makan sesuai dengan kebutuhan dan tidak terburu-buru. Hindari kegiatan yang dapat menganggu saat makan.

3.    Memberikan keseimbangan pada otak

Mindfulness terkadang dapat membuat otak kita bekerja sangat keras, dan tentunya hal tersebut tidak baik jika dilakukan secara terus-menerus. Beri jeda pada otak untuk melakukan keseimbangan. Lakukan kegiatan perkuliahan dan waktu istirahat dengan seimbang.

4.    Melatih pikiran dan otot

Berolahraga merupakan fondasi sederhana untuk latihan mental, dan membantu mendorong kemampuan kognitif yang membantu untuk fokus. Selain itu, kita juga perlu melakukan kegiatan yang menyikronkan tubuh, pikiran, dan sistem saraf. Beri kesempatan pada diri Anda untuk melakukan aktivitas fisik sederhana maupun hobi yang dapat menjaga kesehatan mental Anda.

 

Daftar Pustaka:

Asmita, Wenda. 2021. Faktor yang mempengaruhi stress akademik menghadapi kuliah daring pada mahasisawa IAIN Batusangkar. Skripsi. Instintut Agama Islam Negeri Batusangkar. Batusangkar.

Christoper, Willard. 2016. Growing up mindful: Essential practice to help children, teens, and families find balance, calm, and resilience. Sound True, Inc. Louisville.

Hidayat, Oki, & Fourianalistyawati, Endang. 2017. Peranan mindfulness terhadap stress akademik pada mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikogenesis, 5(1), 1-6. DOI: 10.24854/jps.v5i1.494

Pratiwi, Yunia. 2021. “5 Cara simpel menerapkan mindfulness sehari-hari”, Majalah Tempo, 14 Juni


Editor: Dewi Sulastri 

No comments