TERBARU

Resensi Film: Hope

 

Oleh: Ulfi Daniati

Judul             : Hope (Wish)
Sutradara      : Lee Joon-ik
Penulis          : Jo Joong-hoon, Kim Ji-hye 
Pemeran       : Sol Kyung-gu, Uhm Ji-won, Lee Re
Tanggal rilis   : 2 Oktober 2013 
Bahasa         : Korea
Durasi           : 122 menit

        Film 'Hope' atau dikenal juga dengan Wish, garapan sutradara Lee Joon-ik ini telah disukai 95% dari pengguna google dan mendapat rating 8.3 versi Internet Movie Database (IMDb). Film ini mengisahkan tentang kehidupan seorang anak di bawah umur setelah menjadi korban kekerasan seksual. Hope semakin menarik karena diangkat dari kisah nyata seorang gadis berusia 8 tahun bernama Na-Young yang menjadi korban kekerasan seksual oleh seorang pria berumur 57 tahun yang terjadi pada tahun 2008 di Korea Selatan. 

        Film ini dibuka dengan menggambarkan keadaan keluarga Im So Won (Lee Re) yang dikatakan kurang harmonis. Im So Won adalah gadis pintar yang menyukai matematika. Im So Won merasa kurang mendapat kasih sayang dari kedua orangtua karena keduanya sibuk bekerja. Kejadian nahas pun terjadi saat Im So Won berangkat ke sekolah sendirian saat hujan berlangsung dan bertemu dengan pria mabuk di dekat sekolahnya. Pria itu ingin So Won berbagi payung dengannya. Awalnya So Won menolak ajakan pria tersebut namun berakhir tragis di sebuah gedung. Ia mendapatkan kekerasan fisik dan kekerasan seksual yang hampir merenggut nyawanya. So Won harus mengalami cacat permanen akibat operasi pengangkatan anus dan usus besar. Akibat yang paling fatal adalah trauma yang menyerang psikis Im So Won. 

        Dia trauma melihat gang kecil. Dia juga sempat tak mau berbicara dengan ayahnya dan menghindari seorang pria. Hal ini disadari Dong Hoon (Ayah) ketika dia ingin membersihkan luka sang anak namun So Won malah berteriak dan menyuruh sang Ayah pergi. So Won juga sempat merasa malu dan takut untuk kembali bersekolah. Dia merasa malu jika teman-temannya sampai mengetahui kejadian yang sebenarnya. Berkat bantuan seorang psikiater yang selalu menemani So Won, dia mau bersekolah kembali. 

        Berbagai usaha pun telah dilakukan sang Ayah agar sang anak mau berkomunikasi dengannya sampai ia rela kepanasan memakai kostum karakter kesukaan Im so Won, “Kokoromong” yang selalu menemani putrinya ke sekolah. Dia juga mendatangi sekolahnya agar So Won dihindarkan dari guru laki-laki agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Di samping itu, Dong-hoon dan Mi-hee tidak tinggal diam dengan kejadian yang menimpa putrinya, mereka menuntut sebuah keadilan. Hidup mereka hancur. Masalah ekonomi ikut membumbui musibah mereka. 

        Dalam film ini, emosi penonton sangat dipermainkan. Begitu banyak adegan film yang bisa menyentuh hati. Apalagi dengan keputusan pengadilan yang membuat geram karena dianggap tidak adil dalam menyikapi kasus ini. Berbagai nilai kehidupan bisa juga kita dapatkan. Peran seorang teman dan sahabat saat mengalami kesusahan pun sangat terlihat. Begitu banyak nilai-nilai sosial yang bisa kita petik. Ketabahan dan keikhlaskan sangat ditonjolkan dalam film ini. 

        Selain itu, Hope layak ditonton karena sukses mendapatkan 17,1 juta USD pada Box Office dan memenangi penghargaan untuk kategori Film Terbaik dalam 34th Blue Dragon Film Awards sehingga kualitas film tidak diragukan lagi. Namun ada beberapa scene yang menampilkan hasil kekerasan sehingga tidak layak ditonton oleh anak berusia di bawah umur. Dan pada akhir cerita tidak digambarkan apa yang terjadi kepada sang pelaku setelah keluar dari penjara. 




No comments