TERBARU

NƎW NOЯMΛL: Sebuah Babak Baru


Kurang-lebih sudah tiga bulan sejak diberlakukannya social/physical distancing oleh pemerintah Indonesia. Anjuran untuk selalu berdiam diri di rumah jika tidak memiliki kepentingan apapun di luar rumah. Bukan tanpa alasan, hal tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya transmisi. 

Kota-kota dengan populasi yang padat, sistem transportasi umum yang sibuk, banyak berdiri gedung pencakar langit begitu merasakan banyak tantangan dalam menghadapi coronavirus. Keadaan ini membuat berbagai pihak mengalami keterpurukan. Sektor pariwisata dituntut berhenti beroperasi serta diikuti oleh industri yang terkait dengan bisnis perhotelan, kuliner, dan banyak lainnya.

Sejarah mengenai coronavirus ini tentunya masih dalam penulisan. Tidak ada yang dapat memastikan kapan berakhir dan apa konsekuensi dari pandemi ini, entah itu dalam jangka hitungan bulan maupun tahun. Tantangan bagi kita untuk dapat menjaga diri dan keluarga dari virus dan mempertahankan pekerjaan kita. Bagi pembuat kebijakan tentunya diperlukan yang namanya perencanaan dampak pasca pandemi. Maka dari itu muncul 'new normal', suatu sistem baru yang akan menggantikan banyak kebiasaan yang telah terbiasa. Menjalani kehidupan yang seakan diawasi dan tentunya tak akan pernah sama lagi.

Suatu babak baru dalam upaya untuk menghadapi pandemi ini. Para kepala pemerintahan bersiap untuk kembali ke tempat kerja. Pengusaha dan pemilik bangunan telah memulai rencana untuk kembali membuka kantor mereka. Pusat perbelanjaan, barbershop, karaoke, pabrik industri yang cukup lama terhenti, akhirnya dibuka kembali. Ya, 'new normal', satu langkah lebih maju dalam penanganan coronavirus. Tetapi, apakah kita siap? Bagaimana jika hal tersebut justru meningkatkan kembali kurva orang-orang yang terinfeksi? Mengingat beberapa kejadian lalu yang memecahkan rekor, yaitu hampir menyentuh 1000 orang dalam sehari.


Normalisasi ini tentunya ditunggu-tunggu oleh ribuan bahkan jutaan orang yang telah lama terkurung dalam rumahnya. Mereka begitu menantikan momen dimana kita dapat bekerja, sekolah, jalan-jalan, temu-kangen bersama orang-orang kembali. Setelah terjebak dalam rumah sekian lama dan sudah terbiasa, kita berusaha untuk kembali normal, yang tentunya bukan seperti normal yang terdahulu. Kita harus hidup dengan aturan baru, menyesuaikan diri dengan dunia yang baru. Normalisasi ini dapat berlangsung hingga berbulan-bulan, bertahun-tahun, atau mungkin selamanya, sebab tak ada menjamin dengan pasti kapan kita dapat kembali normal seutuhnya.

Kita harus tetap bersikap optimis untuk menlanjutkan kehidupan yang 'normal'. Kehidupan baru dimana kebersihan, menjaga jarak dan penggunaan masker sangat digencarkan. New normal mengharuskan kita berhati-hati agar dapat berkehidupan dengan aman. Mungkin saja, jika normalisasi ini sukses, nantinya akan menjadi suatu warisan dari darurat kesehatan global akibat pandemi coronavirus ini, dimana 'new normal' akan didefinisikan sebagai perubahan yang lebih baik.
(TDI/AWJ)

No comments