TERBARU

Menanti Sang Tsurayya



Tak ada lagi riuhnya pagi
Nyanyian kawan langit pun 
Mulai terdengar kembali
Seakan menertawakan penguasa bumi
Yang sedang menunduk dalam ratapan

Ia kesal
Ia menggerutu
Tapi tak tahu siapa yang disalahkan

Kini dunia hanya sebatas kamar
Perlahan terisi kekosongan
Melahirkan jejak-jejak kesepian

Kapan tsurayya akan datang?
Hati terasa sesak
Sesak akan kegelisahan

Layakkah dia terucap dalam sujudnya?
Layakkah dia ada dalam do'a sakralnya?
Namun entah mengapa
Ia selalu menyebutnya
Seiring dengan sisa kesabaran
Yang tak diikhlaskan

Oleh: Herlinda

No comments