TERBARU

Debat Terbuka: Panitia PEMILWA 2018 Optimis Partisipan E-Vote Meningkat

Suasana debat terbuka PEMILWA FMIPA UB 2018 (suy)

LPM basic FMIPA UB-Menumbuhkan semangat demokrasi dan mengembangkan jiwa kepemimpinan di kalangan mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Alam (FMIPA), pesta demokrasi  kembali digelar sebagai agenda penting bagi  mahasiswa untuk dilakukan setiap tahunnya.

Debat terbuka calon ketua  dan wakil ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  serta Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA yang terselenggara pada Senin (3/12) mendapatkan perhatian dari para mahasiswa. Terbukti, lokasi debat yang berada di lobby gedung MIPA Center lantai 1 dengan kursi yang disediakan panitia dipenuhi oleh mahasiswa MIPA. Debat ini merupakan rangkaian dari proses  terakhir yang harus dilalui sebelum pemilihan yang digelar pada tanggal 5 Desember 2018. Acara ini bertujuan untuk memaparkan visi misi dan progam kerja dari masing-masing calon, sehingga mahasiswa bisa menggunakan hak suaranya secara tepat.

Sesi debat ini mempertemukan dua pasangan calon yaitu calon nomor urut 1, Ghozi Zhorif dan Yuda Aldiansyah serta pasangan calon nomor urut 2, Mochamad Irfanudin dan Farah Abqorunnisa. Acara tersebut turut dihadiri oleh wakil dekan 1 FMIPA UB, Dr.Serafinah Indrayani,M.Si.

Menurut Ardy selaku ketua pelaksana PEMILWA 2018, suasana debat terbuka berlangsung meriah dan  mendapatkan perhatian dari para mahasiswa. Hal ini dikarenakan banyaknya audiens yang bertepuk tangan sebelum para calon selesai berpendapat. Selain itu, saat sesi pertanyaan berlangsung banyak pula mahasiswa MIPA yang mengangkat tangannya untuk bertanya kepada masing-masing pasangan calon. Ia juga sangat mengapresiasi suasana debat yang penuh semangat dengan visi misi yang berbeda-beda antar pasangan calonnya.

Melihat banyaknya partisipan dalam acara debat terbuka tersebut, April selaku koordinator hubungan masyarakat (humas) PEMILWA 2018 mengutarakan bahwa panitia optimis akan banyaknya mahasiswa MIPA yang akan berpartisipasi dalam pemilihan (e-vote) nantinya. Tahun ini, panitia PEMILWA menaikkan target partisipan e-vote dari 1000 mahasiswa menjadi 1200 mahasiswa. Tak hanya itu, April dan rekan-rekannya juga akan mengusahakan untuk meminimalisir adanya mahasiswa yang memilih untuk menjadi ‘golongan putih’ (golput).

“Untuk meminimalisir adanya golput kali ini, kami akan terus memaksimalkan publikasi dan terus mengajak mahasiswa MIPA untuk berpartisipasi dalam e-vote nanti. Kami ingin mahasiswa MIPA lebih peka dan ikut berpartisipasi dalam pesta politik ini, mengingat MIPA sangat krisis politik”, ungkapnya. (adn/ezg)

No comments