TERBARU

Pembangunan Kantin Mulai Disentuh, Semester Ganjil Siap Difungsikan

Proses pembongkaran tembok oleh pekerja guna pembangunan kantin FMIPA UB, Selasa(15/5). (suy)
LPM basic FMIPA UB - Mengingat kembali empat pokok tuntutan yang dilayangkan oleh Aliansi Mahasiswa MIPA pada acara Apa Kabar Mipa? (AKAMI) yang dilakukan oleh Kementrian Advokesma dan Humas Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) pada tanggal 26-27 April 2018 lalu, salah satu poin tuntutannya yakni, “Dekanat harus menyelesaikan pembangunan kantin selambat-lambatnya 31 Agustus 2018.”
Tututan tersebut telah disepakati oleh pimpinan dekanat dan ketua LKM FMIPA UB pada tanggal 30 April 2018 di Ruang Pertemuan MIPA Center Lantai 7 yang ditandatangani langsung oleh dekan FMIPA UB, Drs. Adi Susilo, M,Si., Ph.D. pada tanggal 3 Mei 2018 di press release audeinsi dekanat dan mahasiswa,yang didalamnya tertulis, ”Dalam pelaksanaannya pihak rektorat tidak memperbolehkan membangun bangunan baru di lingkungan FMIPA UB. Rencana pembuatan kantin akan dibuat di sekretariat lama LKM RITMA dan LPM basic yang menghadap kearah selatan. Seluruh kantin fakultas harus memiliki perizinan BUNA dengan kondisi Halalan Thoyyiban. Pengelolaan kantin akan dilakukan Dharma Wanita FMIPA UB. Penyelesaian pembangunan di perkirakan tidak melebihi awal semester ganjil tahun 2018.”

Hal ini kembali ditegaskan oleh Kepala Sub Bagian Umum dan Keuangan Eselon IV FMIPA UB, Moch. Amin menyebut pembangunan Kantin FMIPA UB akan rampung dan akan segera bisa digunakan di semester depan (ganjil).

“Kan dulu janjinya pokok semester depan harus udah selesai. Pokoknya kan kalau lebih cepet kan lebih baik, kan sebentar lagi puasa, masa’ puasa mau jualan. Momen-momen yang baik ini saya manfaatkan (pembangunan kantin),” tutur Amin, di ruang kerjanya, lantai 6 MIPA Center, Selasa (15/5/2018).

Proses pembagunan kantin sudah memasuki tahap pembongkaran tembok sisi sebelah selatan gedung yang dulunya merupakan gedung Sekretariat Lembaga kedaulatan Mahasiswa (LKM) Ritma dan basic, serta sebagian atap dari Meja Hijau (15/5). Pekerja bangunan juga menuturkan jika akan ada pembongkaran bunga di depannya, karena nantinya akan ada kanopi memanjang diatasnya.

Selain itu, nantinya akan ada pembatasan penjual dikarenakan ukuran luas kantin. Diperkirakan hanya ada satu atau dua orang yang akan berjualan di kantin. Amin juga menambahkan bahwa untuk yang biasanya berjualan di Mejo nantinya bisa dititipkan di kantin atas persetujuan ibu kantin berhubungan dengan Badan Usaha Non Akademik (BUNA), karena Mejo adalah tempat belajar mahasiswa.

“Memang fasilitas harus kita tingkatkan, cuman disisi lain fasilitas itu banyak hal yang perlu difikirkan. Bagaimana suasananya, bagaimana pembuangan (apa)  limbahnya, itukan perlu difikir. Gak hanya langsung diadakan. Jadi kita mencoba untuk yang terbaik, bisa menikmati, nyaman, dan enjoy,” pungkas kasubbag. (suy/dy/str)

No comments