TERBARU

Pernak-Pernik Pesta Demokrasi FMIPA UB 2017

LPM basic FMIPA UB – Pemilihan Umum Mahasiswa (PEMILWA) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Brawijaya (UB) merupakan suatu ajang pesta demokrasi yang diadakan oleh Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) FMIPA UB dan ditujukan kepada seluruh mahasiswa FMIPA UB. PEMILWA FMIPA UB bertujuan untuk memilih satu pasangan presiden dan wakil presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FMIPA UB serta lima orang anggota DPM FMIPA UB.

Sosialisasi PEMILWA telah diadakan pada hari Jumat (3/11) di Ballroom MIPA Center (MC) sekitar pukul 17.00 WIB. Sosialisasi kali ini dihadiri oleh Drs. Adi Susilo, M.Si.,Ph.D. selaku Dekan FMIPA UB dan Darjito, S.Si., M.Si. selaku Wakil Dekan III FMIPA UB serta mahasiswa FMIPA UB. Sosialisasi PEMILWA dibuka dengan beberapa sambutan dari ketua pelaksana, ketua DPM FMIPA UB, dan Dekan FMIPA UB.
Pukul – Pemukulan gong oleh Dekan FMIPA UB untuk membuka secara resmi PEMILWA 2017 (akw)
Pada sosialisasi kali ini, pihak panitia PEMILWA memaparkan beberapa hal terkait logo, timeline serta persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi oleh bakal calon BEM dan DPM FMIPA UB. Tejamukti selaku perwakilan panitia PEMILWA menerangkan bahwa PEMILWA FMIPA UB tahun ini akan dilaksanakan bersamaan dengan acara Pemilihan Mahasiswa Raya (PEMIRA) UB. Jadi, selain memilih calon presiden dan wakil presiden BEM serta anggota DPM FMIPA UB, mahasiswa FMIPA juga akan memilih calon presiden dan wakil presiden Eksekutif Mahasiswa (EM) UB serta anggota DPM UB.

M Irfanudin selaku ketua pelaksana dalam sambutan berharap bahwa PEMILWA FMIPA UB kali ini akan mampu meregenerasi pemimpin-pemimpin yang bagus, hebat, dan luar biasa. Ia juga menyampaikan bahwa PEMILWA FMIPA UB tahun ini akan mengukir sejarah baru, dimana pada tahun ini PEMILWA FMIPA UB tidak akan ada aklamasi. Pelaksanaan PEMILWA FMIPA UB pada tahun ini akan benar-benar dilaksanakan secara demokratis.

“Bagaimanapun juga, dalam demokrasi itu tidak ada istilah aklamasi. Kita harus menyelenggarakan demokrasi yang baik. Saya juga berusaha untuk meyakinkan lagi karena MIPA membutuhkan calon-calon pemimpin yang baik. Tidak asyik kalau pemimpin hanya dipilih secara langsung, secara aklamasi.” tutur Irfan kepada awak pers basic, Jumat (3/11).

Syafiq S Akbar memaparkan bahwa sistem pemilihan yang digunakan dalam PEMILWA tahun ini akan menggunakan sistem e-vote.

“Berdasarkan data yang saya dapatkan dari rekan-rekan Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM) dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), saya mendapati bahwa jika kita masih tetap menggunakan kertas untuk media pemilihan, maka dana yang dibutuhkan bisa mencapai 13 juta rupiah bahkan lebih. Sedangkan, jika kita menggunakan sistem e-vote, dana yang dibutuhkan hanya sekitar 7 juta rupiah. Selain lebih efisien dari segi dana, sistem ini juga akan lebih efisien dari segi waktu. Kita bisa langsung mengumumkan hasil pemilihan hari itu juga.” tutur Syafiq selaku Ketua DPM FMIPA UB.

Syafiq kembali menuturkan bahwa saat ini masih belum ada target yang pasti dari panitia, namun ia sendiri menargetkan bahwa PEMILWA tahun ini akan meningkat dari sekitar 500 pemilih menjadi 700 pemilih dari total sekitar 2.100 mahasiswa aktif FMIPA UB. Irfan juga menambahkan bahwa pihak panitia juga akan terus berupaya untuk meningkatkan pemilih, terutama melalui teman dekat, mengingat kali ini kabarnya fakultas dengan persentase pemilih tertinggi akan mendapatkan reward. (adn/akw)

Baca juga tulisan lainnya mengenai PEMILWA

No comments