TERBARU

Sepucuk Amplop dari Sastra


Oleh : Mc. Dusk

Salam sigma untuk Sastra yang sedang membaca. Bukan berarti angin jika rambutmu tak mampu menari. Bukan berarti hujan jika lengsung pipimu tak mampu basah. Bukan berarti aku penggemar peluang bercita rasa uang jika sepucuk amplop ini hanya kutitipkan. Benar,  aku hanyalah penikmat data orang beranalisa juang. 

Masih membayang, sederet kaku terpancar dari matamu saat pertemuan terakhir. Bukan bermaksud tuntutan sepihak, tapi hipotesaku ini bermula dari matamu yang  lebih lisan daripada lidah. Kamu menganggapku begitu beku tanpa rasa. Sekali lagi benar, aku tidak butuh anngapanmu meskipun dibubuhi sekelumit puitisasi darimu. Namun,  akan aku pastikan perasaanku reliabel dan valid untuk membentuk korelasi yang tinggi bersamamu.

Kepadamu Sastra yang sore ini masih aku dongengkan. Tidak terhitung lagi ratusan entah ribuan pencilan rindu untukmu. Pertanda rasa yang bersemayam tak mampu lagi menyebar normal. Meskipun tingkat kesalahan sikapku tidak dapat dielakkan tapi aku masih butuh nilai kepercayaan yang tinggi darimu. Agar aku mampu bertransformasi menjadi AKU.

Di luar hujan masih deras lebih baik kucukupkan tulisan ini. Berharap esok kurir surat kembali membawa kabar bahagia “Sepucuk Amplop dari Sastra”.

1 comment: