TERBARU

Kendeng Menangis Kembali, Aliansi Bersatu

Panas – Cuaca panas tak menyurutkan langkah peserta aksi membela masyarakat Kendeng
Malang, basic – Gerombolan mahasiswa serta aktivis dari berbagai organisasi dan komunitas berkumpul dalam satu aliansi, Aliansi Malang Peduli Kendeng. Aliansi melakukan kegiatan aksi yang dilaksanakan di depan Gedung Balai Kota Malang dan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Malang pada Kamis (23/3). Aksi Aliansi Malang Peduli Kendeng dimulai sejak pukul 09.40 pagi dengan dikawal oleh kepolisian yang menjaga di sekitar kegiatan aksi. Aksi berlangsung sangat serius, aliansi menuntut untuk segera menutup pembangunan Pabrik PT. Semen Indonesia di Pegunungan Kendeng, Kabupaten Rembang, Provinsi Jawa Tengah serta mengecam tindakan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo yang telah menyalahi aturan perundang-undangan untuk mengizinkan pembangunan Pabrik PT. Semen Indonesia.

“Ini sebuah aksi solidaritas untuk rakyat Kendeng yang menolak hadirnya pembangunan pabrik PT. Semen Indonesia. Lebih dari itu, kami juga menentang apapun permasalahan yang menciderai cita-cita agraria yang memihak kepada rakyat.” ujar Iqbal selaku Korlap.

Tanggal 5 Oktober 2016 lalu, Mahkamah Agung telah menetapkan penghentian pembangunan pabrik semen berdasarkan Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (MA) No Register 99 PK/TUN/2016. Salah satu isi dari putusan PK Mahkamah Agung adalah menyatakan batal Surat Keputusan Gubernur Jawa Tengah Nomor: 660.1/17 Tahun 2012, tanggal 7 Juni 2012, tentang Izin Lingkungan Kegiatan Penambangan oleh PT. Semen Gresik, Tbk (sekarang menjadi PT. Semen Indonesia) di Kabupaten Rembang Provinsi Jawa Tengah. Namun nyatanya, Ganjar Pranowo menggunakan kuasanya dengan mengabaikan keputusan tersebut dan membuat adendum Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) serta mengeluarkan ijin baru untuk membangun.
Kecewa – Orator menumpahkan kekecewaannya terhadap pemerintah di depan peserta aksi
“Aksi ini dilakukan bukan atas nama siapapun, organisasi, dan komunitas manapun. Aksi ini murni dari Aliansi kami yang sangat peduli akan masyarakat Kendeng. Aksi ini agar kalian tau bahwa Indonesia tidak baik-baik saja.” kecam salah satu orator dari Aliansi.

Aliansi mengecam sikap Pemerintah Republik Indonesia yang tidak segera mengambil keputusan yang berpihak kepada masyarakat Kendeng, khususnya, kecewa dengan keputusan pemerintah yang menggantung tanpa ketegasan, mengutuk aparat yang membiarkan cara-cara adu domba antara warga yang pro maupun kontra, dan meminta keseriusan pemerintah untuk segera menyelesaikan permasalahan konflik agraria dan pembangunan yang tak memihak kepada masyarakat dan ruang hidup. (gpw)

No comments