TERBARU

Double Degree: Langkah Awal Raih Kesempatan Studi di Luar Negeri

         Puluhan mahasiswa Fakultas MIPA (Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam) Universitas Brawijaya yang didominasi oleh mahasiswa semester 3 dan 5 terlihat memasuki Ruang Pertemuan di Gedung MIPA Center lantai 1 pada hari Jumat (4/11) kemarin. Mereka bermaksud untuk menghadiri sosialiasi program Double Degree yang diselenggarakan oleh Fakultas MIPA Universitas Brawijaya.



     
          Bukan hanya para mahasiswa, jajaran dekanat juga tampak pada acara tersebut. Mereka adalah Dr. Agung Pramana Warih Mahendra, M.Si selaku Wakil Dekan Bidang Akademik, Prof. Dr. Marjono, M.Phil selaku Dekan Fakultas MIPA periode 2012-2016, serta Prof. Dr. Ir. Loekito M.Agr selaku guru besar program Studi Statistika Fakultas MIPA Universitas Brawijaya sekaligus Regional Officer untuk Australia di International Office Universitas Brawijaya. Selain itu, tampak pula Ibu Cecilia selaku wakil Queensland University of Technology (QUT) Australia dan perwakilan Intensive English Language Institute (IELI) Australia Javas Afrizal.

          Sosialisasi tersebut dibuka pada pukul dua siang  oleh Dr. Agung Pramana Warih Mahendra, M.Si. Dalam pidatonya, Agung menjelaskan bahwa sosialiasi Double Degree ini sangat penting bagi mahasiswa Fakultas MIPA karena melalui sosialisasi ini, mahasiswa MIPA bisa mendapatkan referensi mengenai Double Degree serta universitas mana saja yang bekerja sama dengan Fakultas MIPA terkait kegiatan tersebut, seperti QUT dan IELI. Prof. Dr. Ir. Loekito, M.Agr pun turut memberi sambutan kepada para mahasiswa yang sangat antusias mengikuti sosialisasi ini.

         “Harapannya, sosialisasi ini dapat menarik minat para mahasiswa untuk belajar di luar negeri mengingat pihak rektorat juga menginginkan mahasiswanya banyak yang berkesempatan untuk belajar di luar negeri. Hal itu dikarenakan studi overseas ini dapat membantu menaikkan peringkat UB di tingkat internasional.” ujar Loekito.
Antusias: Para mahasiswa FMIPA sangat antusias mengikuti materi yang diberikan.
         Pemaparan pertama berasal dari Queensland University of Technology (QUT) yang disampaikan oleh Cecilia. Cecilia memaparkan bahwa lokasi QUT, yakni di Brisbane, Australia ini memiliki banyak keunggulan terutama keamanan yang terjamin. Selain itu, serta hawa di Brisbane tidak terlalu dingin atau panas. Cecilia juga menceritakan tentang lokasi QUT yang strategis, sistem pembelajaran di QUT, serta fasilitas yang diberikan, seperti teknologi yang digunakan untuk pembelajaran, laboratorium, beasiswa, bahkan bis sekolah. Tak lupa pula disampaikan penjelasan mengenai kisaran biaya hidup, referensi tempat tinggal, serta referensi pekerjaan paruh waktu bagi para mahasiswa QUT. Di samping itu, menurut Cecilia, universitas ini selalu terbuka untuk umum.

         “Kami selalu terbuka untuk umum, bahkan pada akhir pekan sekalipun. Dengan begitu, masyarakat juga dapat belajar banyak hal di sini. Kami ingin menghilangkan pola pikir masyarakat bahwa sains itu menakutkan (science is scary).”  ujarnya.

         Tak hanya QUT, pihak IELI yang diwakili oleh Javas Afrizal juga memberikan pemaparannya mengenai universitas yang salah satu kampusnya terletak di Adelaide, Australia ini. Pemaparan yang diberikan juga hampir sama seperti sebelumnya, yakni mengenai pembelajaran, biaya hidup, beasiswa, dan sebagainya. Namun, ada satu hal yang membuat IELI berbeda, yakni salah satu programnya yang bernama Professional Project, yang bisa dilakukan secara individu dan menerima mahasiswa seluruh semester.

         Adapun syarat-syarat untuk mengikuti Double Degreedi QUT dan IELI kurang lebih antara lain Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) harus 3.25 atau lebih, nilai tes TOEFL harus 570 atau lebih, melampirkan daftar riwayat hidup dan transkrip akademik, dan sebagainya. Setelah menerima materi-materi tersebut, beragam pertanyaan yang luar biasa muncul dari para peserta. Bahkan, salah satu mahasiswa sudah tertarik dan memberanikan diri untuk bertanya terkait double degree tersebut, meskipun dia masih menduduki semester pertama

         “Jika ada pertanyaan tentang Double Degree ataupun ingin mendaftar, silahkan datang ke Kantor Internasional UB.” ucap salah seorang dari pihak dekanat di akhir acara. (adn)

No comments