TERBARU

Seorang Kimiawati Sukses Reatha Clark King

reatha_king-300x225Reatha Clark dilahirkan di Pavo, Georgia pada tanggal 11 April 1938. Ayahnya, Willie adalah seorang buruh tani yang meninggalkan keluarganya ketika Reatha masih kecil. Ibunya, Ola Watts Campbell lalu pindah ke Moultree, Georgia di mana ia bekerja sebagai pelayan rumah untuk membesarkan tiga anaknya. Reatha lulus dari SMU di Moultree pada tahun 1954 sebagai pembawa pidato perpisahan. Ia mendapat beasiswa untuk kuliah di Kampus Clark di Atlanta, Georgia dengan jurusan ekonomi.
Profesor kimianya  di Kampus Clark adalah Dr. Alfred Spriggs, seorang guru yang fantastik dan contoh bagi Reatha. Sebagai ahli kimia Ph.D. berkulit hitam, ia menginspirasi Reatha untuk mengejar karir di bidang kimia. Hal ini berarti bahwa ia harus menyelesaikan sekolah. Pada tahun terakhirnya di kampus Clark, ia mendapat beasiswa Woodrow Wilson. Seiring dengan dukungan dari keluarganya, ia mampu melanjutkan ke Universitas Chicago sebagai mahasiswa kimia. Pada tahun 1958, ia memulai penelitian sarjananya dalam bidang kimia fisika khususnya termodinamika. Ia mendapatkan gelar Master dan Ph.D. di Universitas Chicago di mana studinya meliputi termokimia garam yang terfusi, senyawa fluor, dan senyawa interhalogen. Ia mendapatkan gelar Ph.D dalam kimia fisika pada tahun 1962.
Reatha Clark bertemu dengan N. Judge King ketika di Kampus Clark sedang berlangsung pertandingan bola basket kampus Morehouse. Judge adalah mahasiswa jurusan kimia di Morehouse. Setelah lulus dia mengajar kimia di SMU Englewood di Chicago dan selanjutnya mendapatkan gelar Ph.D. dalam bidang kimi dari Universitas Howard. Reatha menikah dengan N. Judge King pada tahun 1961. Mereka memiliki dua anak, N. Judge III dan Scott.
Setelah hampir enam bulan pencarian jabatan ahli kimia peneliti, Dr. Reatha Clark King akhirnya mendapatkan posisi tersebut di Biro Standar Nasional (National Bureau of Standards) di Washington DC. Proyek pertamanya adalah sebagai ketua tim untuk menetapkan dengan tepat panas pembentukan senyawa gas fluor. Setelah tiga tahun penelitian yang seksama, timnya mencapai tujuannya. Pekerjaannya terbukti sangat penting bagi NASA karena bisa diterakan dalam program luar angkasa. Setelah lima tahun di Biro Standar Nasional, Reatha meninggalkannya karena suaminya menerima jabatan pengajar di Kampus Nassau Community di New York dan ia ingin tetap bersama keluarga. Pada tahun 1968, ia bergabung dengan fakultas kimia di kampus York di mana ia menjadi Rekanan Dekan. Selama periode ini, ia mendapatkan gelar MBA dalam administrasi bisnis. Ia meninggalkan kampus York pada tahun 1977 untuk menjadi ketua Universitas Metropolitan State di Minneapolis, Minnesota. Setelah masa jabatan yang sukses, di sana ia bergabung dengan Yayasan General Mills sebagai Direktur Eksekutif dan Wakil Direktur General Mills Corporation, di mana ia menetap hingga ia pensiun pada tanggal  31 Mei 2002. Saat ini, ia masih menjadi ketua organisasi General Mills Foundation Trustees.
Penghargaan Dr. Reatha Clark King meliputi gelar doktor kehormatan dari beberapa institusi, Penghargaan Ahli Sains Berkulit Hitam Istimewa dari CIBA-GEIGY Corporation, dan terdaftar oleh Ebony sebagai satu dari 50  eksekutif berkulit hitam dalam perusahaan swasta Amerika. Ia memberikan pendidikan, komunitas dan kerjasama dan ia termasuk ke dalam International Adult  and Continuing Education Hall of Fame. Ketika pelantikan, ia berkata dalam pandangannya,”..dewasa dan meneruskan pendidikan menopang peradaban, memperkuat demokrasi, dan membantu individual dan komunitas menjadi makmur

No comments